
Berdasarkan data “We Are Social Indonesian Digital Report” tahun 2020 hingga 2024, pengguna TikTok Indonesia terus meningkat. Peningkatan ini berasal dari tiga kelompok pecandu yaitu kelompok pembuat konten, kelompok berbelanja dan kelompok menonton konten. Meskipun demikian, sumber tidak menyatakan kelompok mana yang menjadi penyumbang terbesar terhadap peningkatan pengguna TikTok di Indonesia. Karenanya, kelompok penyumbang terbesar tersebut perlu diketahui agar pemerintah dapat menjadikan prioritas utama dalam penanganan terhadap perilaku negatif yang ditimbulkan oleh pecandu TikTok dari kelompok tersebut. Hal ini sangat beralasan karena kelompok ini memiliki pecandu yang paling banyak sehingga kemungkinan hal negatif yang timbul juga banyak dan keresahan di masyarakat juga makin bertambah. Beberapa tahapan penelitian adalah mengumpulkan data 6 kelompok pengguna TikTok rentan, terekspos, pembuat konten, pembelanja, penonton konten dan sembuh), mengkontruksi diagram kompartemen, mengkontruksi model matematika, mengkontruksi formula bilangan reproduksi dasar, menentukan dua titik ekuilibrium (bebas kecanduan TikTok dan endemik kecanduan TikTok), melakukan simulasi numerik, menarik kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan titik ekuilibrium bebas penyakit stabil asimtotik jika R0=0.941019<1.Ini berarti pecandu TikTok akan terus meningkat dengan bertambahnya waktu. Selain itu diperoleh bahwa pengguna TikTok makin meningkat dan kelompok pembuat konten TikTok adalah kelompok yang memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap kenaikan pengguna TikTok Di Indonesia
Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah agar lebih mengutamakan meminimisasi efek negatif yang ditimbulkan pecandu pembuat konten TikTok daripada efek negatif kelompok pengguna TikTok lainnya karena kelompok pembuat konten memiliki pengarug yang signifikan terhadap kenaikan pengguna TikTok di Indonesia