
Penerapan konsep Green Campus menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan lingkungan akademik yang berkelanjutan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) telah menginisiasi program Green Campus dengan fokus pada penyediaan dan pemeliharaan tanaman. Namun, program ini perlu dikembangkan lebih luas agar mencakup praktik-praktik ramah lingkungan lainnya, seperti pengurangan penggunaan plastik, efisiensi energi, serta digitalisasi layanan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 75 responden, terdiri dari dosen (40%), tenaga kependidikan (30%), mahasiswa S1 (15%), dan mahasiswa pascasarjana (15%), berpartisipasi dalam survei menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan mencakup tingkat kesadaran, partisipasi, serta tantangan dalam implementasi Green Campus. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program serta mengidentifikasi strategi pengembangan yang lebih optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96% responden menilai program Green Campus saat ini perlu ditingkatkan. Sebanyak 52% responden merasa fokus program yang masih terbatas pada penghijauan tidak cukup untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Kurangnya fasilitas pendukung, seperti tempat sampah terpisah dan stasiun isi ulang air minum, menjadi tantangan utama dalam implementasi program. Selain itu, 82,6% responden setuju bahwa Green Campus berkontribusi pada efisiensi biaya operasional kampus. Untuk meningkatkan efektivitas program, disarankan penguatan kebijakan, sosialisasi lebih intensif, serta penyediaan fasilitas ramah lingkungan yang lebih memadai.
Penelitian Penerapan dan Evaluasi Program Green Campus dalam Meningkatkan Pelayanan Akademik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas memiliki berbagai potensi manfaat yang signifikan. Salah satunya adalah peningkatan efisiensi pelayanan akademik melalui pengurangan penggunaan kertas dan limbah plastik, serta digitalisasi layanan yang dapat mempercepat proses administrasi. Selain itu, implementasi Green Campus juga berkontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan dengan menekan jejak karbon melalui kebijakan pengelolaan sumber daya yang lebih bijak, seperti pembatasan penggunaan air minum dalam kemasan plastik dan kemasan makanan sekali pakai. Manfaat lain yang dapat diperoleh adalah peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku civitas akademika terhadap praktik ramah lingkungan, yang berpotensi membentuk budaya keberlanjutan di lingkungan kampus. Dari sisi ekonomi, penerapan Green Campus dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional, misalnya melalui digitalisasi dokumen yang menghemat pengeluaran untuk kertas dan tinta, serta pengurangan limbah plastik yang mengurangi biaya pengelolaan sampah. Keberhasilan program ini juga dapat meningkatkan reputasi dan daya saing kampus sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, sehingga menarik minat calon mahasiswa, mitra industri, serta peluang pendanaan dari organisasi lingkungan. Selain memberikan dampak langsung bagi kampus, penelitian ini juga berpotensi menjadi model implementasi bagi institusi pendidikan lain yang ingin menerapkan konsep Green Campus secara lebih luas dan berkelanjutan. Lebih jauh, penelitian ini mendukung kebijakan nasional dan tren global tentang keberlanjutan dalam pendidikan tinggi, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan Green Campus baik di tingkat universitas maupun nasional. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi keberlanjutan lingkungan kampus serta meningkatkan kualitas pelayanan akademik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas.