
Penelitian ini menghasilkan sebuah simulator berkendara dengan pendekatan game untuk membantu pemahaman dan peningkatan situational awareness pengendara sepeda motor remaja atau pemula. Simulator ini bertujuan untuk memberikan pengalaman berkendara yang realistis, memungkinkan responden untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan mempraktikkan respons yang tepat. Empat strategi kunci diidentifikasi untuk perbaikan: pelatihan dan pendidikan, komunikasi yang efektif, pemanfaatan teknologi, dan perbaikan lingkungan berkendara. Evaluasi memprioritaskan pelatihan dan pendidikan sebagai pendekatan yang paling berdampak. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai keselamatan berkendara setelah menggunakan simulator. Skor rata-rata meningkat dari 78,3 menjadi 92,6, dengan selisih 14,3 poin, dan pengurangan deviasi standar dari 8,9 menjadi 4,7, yang menunjukkan pemahaman yang lebih konsisten. Analisis statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,00018, mengonfirmasi signifikansi perubahan ini. Penilaian objektif juga menunjukkan peningkatan substansial dalam pemahaman peserta tentang bahaya dan kepercayaan diri mereka dalam menangani keadaan darurat. Simulator ini menerima umpan balik positif untuk realisme dan efektivitas, selaras dengan literatur yang ada tentang kesadaran situasional. Penelitian ini mengonfirmasi potensi simulator sebagai alat berharga untuk meningkatkan keselamatan pengendara di kalangan remaja dengan menawarkan skenario praktik yang realistis dan umpan balik.
Simulator ini jika disosialisasikan secara masih kepada remaja di tingkat sekolah menengah dan universitas, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dalam berkendara dan mengurangi angka kecelakaan berkendara