
Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH pada permukaan Paduan Ti–29Nb–13Ta-4.6Zr (TNTZ) secara signifikan meningkatkan pembentukan lapisan apatite, yang penting untuk meningkatkan bioaktivitas bahan implan. Setelah perendaman dalam larutan NaOH dengan konsentrasi 1, 5, dan 10 M pada suhu 60°C selama 24 jam, sampel TNTZ kemudian direndam dalam larutan Simulated Body Fluid (SBF) Kokubo dan Hank’s Balanced Salt Solution (HBSS) hingga 4 minggu. Hasil karakterisasi SEM dan XRF menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH dan waktu perendaman mempercepat pertumbuhan lapisan Ca-P dan TiO₂. Konsentrasi NaOH 5 M menghasilkan lapisan apatite yang paling optimal, dengan distribusi partikel yang merata dan minim retakan. Sementara itu, konsentrasi 10 M menghasilkan lapisan yang lebih tebal namun disertai retakan akibat pertumbuhan partikel berlebih. Peran penting lapisan TiO₂ juga diamati, karena memfasilitasi adsorpsi ion kalsium dan fosfat yang mempercepat nukleasi apatite. Dengan demikian, perlakuan alkali sederhana ini terbukti cukup efektif meningkatkan sifat bioaktif TNTZ, menjadikannya kandidat unggul untuk aplikasi implan tulang.
Penelitian ini memiliki potensi kebermanfaatan yang tinggi dalam bidang rekayasa biomaterial, khususnya untuk pengembangan implan logam berbasis titanium. Dengan memahami pengaruh konsentrasi NaOH dalam perlakuan alkali terhadap pembentukan lapisan kalsium fosfat pada permukaan paduan TNTZ, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk: 1. Meningkatkan bioaktivitas material implan melalui teknik modifikasi permukaan yang relatif sederhana dan ekonomis. 2. Mengurangi waktu integrasi implan dengan jaringan tulang melalui pembentukan lapisan hidroksiapatit yang menyerupai komponen mineral tulang alami. 3. Mengoptimalkan protokol perlakuan permukaan untuk menghasilkan sifat osteokonduktif pada paduan TNTZ tanpa memerlukan teknik pelapisan atau coating tambahan. 4. Mendukung pengembangan material implan generasi baru yang bersifat non-toksik, ringan, dan memiliki modulus elastisitas mendekati tulang manusia. 5. Memberikan dasar ilmiah untuk aplikasi klinis serta pengembangan produk berbasis TNTZ yang lebih biokompatibel dan aman digunakan dalam jangka panjang.