
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kriopreservasi terhadap kualitas semen dan profil protein spermatozoa sapi Pesisir. Sapi Pesisir merupakan plasma nutfah lokal Indonesia yang memiliki adaptasi tinggi terhadap lingkungan tropis, namun masih jarang digunakan dalam program inseminasi buatan karena keterbatasan ukuran tubuh dan preferensi pasar terhadap keturunan sapi berukuran besar. Dalam penelitian ini, semen segar dan beku dievaluasi untuk parameter mikroskopis (viabilitas, motilitas, abnormalitas, integritas membran), parameter gerak (kinematik CASA), serta profil protein menggunakan elektroforesis SDS-PAGE. Hasil menunjukkan penurunan signifikan pada kualitas spermatozoa setelah pembekuan, terutama pada motilitas progresif, keutuhan membran plasma, dan parameter kinematik (VCL, VSL, VAP). Selain itu, terjadi penurunan konsentrasi total protein serta hilangnya pita protein penting pada rentang berat molekul 60–75 kDa dan >245 kDa. Korelasi positif yang kuat antara konsentrasi protein dan kualitas semen hanya ditemukan pada semen segar dan melemah setelah pembekuan. Temuan ini menunjukkan bahwa degradasi protein akibat kriopreservasi berdampak negatif terhadap fungsi spermatozoa. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk perbaikan protokol kriopreservasi guna mendukung keberhasilan konservasi dan pemuliaan sapi Pesisir secara berkelanjutan.
Hasil penelitian ini memiliki potensi kemanfaatan dalam meningkatkan efektivitas program inseminasi buatan pada sapi Pesisir melalui optimalisasi protokol kriopreservasi. Informasi mengenai penurunan kualitas semen dan perubahan profil protein akibat pembekuan dapat digunakan sebagai dasar dalam formulasi pengencer dan perlakuan pendinginan yang lebih sesuai, sehingga dapat mempertahankan integritas spermatozoa. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi terhadap pelestarian plasma nutfah lokal serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi reproduksi ternak lokal Indonesia.