
Simulasi perhitungan neutronik dengan model reaktor konseptual TMSR-500 dilakukan untuk pengembangan pengendalian reaktivitas pada reaktor. Pengendalian reaktivitas diatur oleh penggunaan contro lrod untuk shutdown rod dan regulating rod pada reaktor. Simulasi dilakukan menggunakan kode komputasi OpenMC dan daftar pustaka nuklir ENDF/B-VII.1. Nilai reaktivitas dihitung berdasarkan skenario penggunaan control rod untuk setiap kondisi pengoperasian reaktor yang diatur dengan batas margin reaktivitas ≤ 5% dk/k untuk mengontrol reaktivitas pada saat beroperasi dan ≤ 0,5% dk/k pada saat shutdown. Simulasi pengendalian reaktivitas pada saat beroperasi dihitung berdasarkan skenario penggunaan variasi control rod 0% Gd2O3-100% grafit, 25% Gd2O3-75% grafit, 50% Gd2O3-50% grafit, 75% Gd2O3-25% grafit, dan 100%Gd2O3-0% grafit. Kemudian, pada kondisi shutdown skenario diatur dengan penggunaan control rod oleh Gd2O3 dan grafit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa reaktor memiliki reaktivitas berlebih >5% dk/k. Simulasi Control Safety Device(CSD) mampu menekan reaktivitas ≤ 5% dk/k, akan tetapi distribusi fluks tersebar secara tidak merata. Hasil perhitungan pada optimalisasi radius fuel reaktor dengan skenario penggunaan control rod 25% grafit-75% Gd2O3 berhasil mengendalikan reaktivitas dengan margin 1,0111±0,00013 (0,108% dk/k). Berdasarkan penelitian, tingkat kekritisan reaktor TMSR 500 ditentukan oleh optimalisasi radius fuel dan reaktivitas dapat dikendalikan berdasarkan skenario penggunaan control rod.
Referensi kajian pembangkit listrik tenaga nuklir