
Hydroxyapatite (HA) merupakan bahan biokeramik yang banyak digunakan dalam aplikasi biomedis karena sifat bioaktivitas dan biokompatibilitasnya yang tinggi. HA alami dapat dengan mudah diekstraksi dari tulang ikan menggunakan metode kalsinasi yang diikuti dengan ball milling. Metode ini memberikan cara yang sederhana dan berbiaya rendah untuk memproduksi HA dari limbah tulang ikan. Salah satu sumber alami HA adalah tulang ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus), yang dapat diolah melalui proses kalsinasi dan penghalusan menggunakan ball mill. Pemanfaatan tulang ikan sapu-sapu tidak hanya mengurangi biaya produksi, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan. HA berguna untuk cangkok tulang, pelapisan implan, dan aplikasi biomedis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu putaran pada ball mill terhadap ukuran serbuk HA yang dihasilkan. Serbuk HA diperoleh dari tulang ikan sapu-sapu yang dikalsinasi pada temperatur 900 ºC, kemudian dikarakterisasi setelah proses penggilingan dengan variasi waktu putaran. Karakterisasi struktur kristal dan komposisi kimia dilakukan dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Waktu putaran yang terlalu lama dapat menyebabkan aglomerasi partikel dan perubahan karakteristik kristalinitas HA.
Manfaatnya untuk memperoleh HA dari bahan alam, serta mengurangi ketergantungan indonesia terhadap produk impor