
Puding susu jahe atau lebih dikenal dengan ginger milk curd merupakan makanan penutup masyarakat China yang terbuat dari susu sapi yang dibuat dengan penambahan sari jahe dan prinsip pengolahannya hampir sama dengan pembuatan tahu dari susu kedelai. Urgensi inovasi sari jahe gajah pada pembuatan ginger milk curd sangat penting karena dapat meningkatkan manfaat kesehatan produk dengan kandungan senyawa aktif jahe yang berfungsi sebagai anti-inflamasi dan antioksidan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan sari jahe gajah ke dalam ginger milk curd, yaitu P1 (15%), P2 (20%), P3 (25%), dan P4 (30%). Variabel yang diamati meliputi rendemen, kadar protein, dan sensori. hasil penelitian, penambahan sari jahe gajah tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap rendemen, tetapi berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap kadar protein dan nilai sensori, yaitu warna, tekstur, rasa, dan aroma ginger milk curd. Hasil konsentrasi terbaik dari penambahan sari jahe gajah dalam pembuatan ginger milk curd terdapat pada perlakuan P1 (15%) dengan nilai rendemen sebesar 77,59%, kadar protein 6,10%, warna sensori 3,96 (suka), tekstur sensori 3,90 (suka), rasa sensori 3,66 (suka), dan aroma sensori 3,84 (suka).
• Produk fungsional berbasis susu dengan tambahan enzim alami (zingibain) dari jahe gajah. • Diversifikasi produk susu dengan pendekatan teknologi pangan lokal. • Mendukung pengembangan agribisnis jahe gajah sebagai bahan baku industri pangan sehat. • Mendorong ketahanan pangan melalui peningkatan nilai tambah produk hasil ternak.