
Spodoptera litura merupakan hama utama pada berbagai jenis komiditas pertanian yang menyebabkan kehilangan hasil panen. Salah satu Teknik pengendalian yang dapat dilakukan adalah menggunakan cendawan entomopatogen Trichoderma asperellum. Salah satu keuntungan penggunaan Cendawan entomopatogen adalah dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai tingkat perkembangan serangga mulai dari telur, larva, pupa dan imago. Pengendalian pada stadia telur secara umum lebih efektif menekan perkembangan populasi hama dibandingkan dengan stadia larva maupun imago. Kemampuan T. asperellum sebagai ovisidal, khususnya S. litura perlu dikaji. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan isolat cendawan T. asperellum yang efektif dalam menghambat penetesan telur dan perkembangan S. litura. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan empat ulangan. Ada empat isolat T. asperellum yang digunakan yaitu AB2B3, PC21, SD327 dan A116. Cendawan diaplikasi melalui penyemprotan telur. Pengamatan dilakukan terhadap peresentase telur tidak menetas, mortalitas larva, persentase pupa dan imago terbentuk. Aplikasi T. asperellum dapat menghambat penetasan telur S. litura. Persentase telur tidak menetas dapat mencapai 37.04%. Disamping dapat menghambat penetasan telur, aplikasi T. asprellum pada telur juga dapat menyebabkan mortalitas larva instar pertama, dan mempengaruhi pembentukan pupa dan imago. Isolat cendawan T. asperellum yang efektif dalam mengendalikan telur S. litura adalah isolat cendawan T. asperellum AB2B3
Berdasarkan hasil yang didapat menunjukkan bahwa cendawan T. asperellum mampu mematikan telur S. litura (bersifat ovisidal) sehingga dapat memutus siklus hidup hama lebih awal. Akibatnya jumlah larva yang muncul berkurang dan dapat menekan kerusakan tanaman secara lebih efektif. Penggunaan agen hayati ini untuk pengendalian hama juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan pestisida sintetik dan menghasilkan pengendalian yang lebih ramah lingkungan