
Terapi musik diketahui efektif dalam menurunkan kecemasan, tekanan darah, dan pernapasan pada orang dewasa penderita kanker. Namun, masih sedikit studi pada populasi anak dengan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh MP terhadap status hemodinamik dan kualitas hidup pada anak penderita kanker yang menjalani kemoterapi. Metode quasi eksperimental dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2024 di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Kelompok intervensi menerima MP selama 4 minggu selama 20 menit, sedangkan kelompok kontrol menerima intervensi standar. Pengukuran hemodinamik meliputi frekuensi nadi dan nafas, sedangkan kualitas hidup dievaluasi menggunakan kuesioner PedsQL 3.0 Cancer Module sebelum dan sesudah intervensi. Sebanyak 32 anak dengan rerata usia 9,50 ± 1,27 (intervensi) dan 9,19 ± 1,33 (kontrol) terlibat penelitian. Rata-rata frekuensi nadi pada kelompok intervensi menurun dalam batas normal dari 108 ± 7,26 menjadi 99,38 ± 7,62 (p = 0,001), dan frekuensi nafas adalah dari 25,38 ± 2,78 menjadi 21,75 ± 2,15 (p = 0,000). Rata-rata skor kualitas hidup total pada kelompok intervensi meningkat dari 25,49 ± 4,04 menjadi 61,47 ± 4,27 dengan perbaikan signifikan pada semua subskala (pV<0,05). Pada kelompok kontrol, terjadi peningkatan skor kualitas hidup total rata-rata dari 14,55 ± 5,20 menjadi 15,25 ± 5,05 (p=0,001) dengan peningkatan kecemasan prosedural (p=0,001). Terapi musik memberikan pengaruh positif terhadap kualitas hidup dan status hemodinamik pada anak penderita kanker.
Terapi musik berkhasiat dalam meningkatkan skor kualitas hidup secara keseluruhan pada anak penderita kanker yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori keperawatan yang berfokus pada pendekatan holistik dalam perawatan anak, yang tidak hanya mencakup aspek fisik tetapi juga aspek psikologis, emosional, dan sosial. Lebih jauh lagi, hasil penelitian ini dapat diaplikasikan secara praktis sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari anak yang menjalani kemoterapi. Aktivitas terapi musik ini dapat dilakukan dalam bentuk sesi musik bersama dalam mendengarkan musik untuk membantu anak mengatasi kecemasan dan rasa sakit selama perawatan. Peneliti selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh preferensi musik individu terhadap efektivitas terapi musik.