
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan karakteristik kinematika spermatozoa pada semen segar dan semen beku sapi Pesisir sebagai upaya mendukung konservasi dan pemuliaan ternak lokal Indonesia. Sapi Pesisir merupakan plasma nutfah asli Sumatera Barat yang memiliki keunggulan adaptif, namun kualitas reproduksinya masih perlu ditingkatkan. Dalam penelitian ini, semen dikoleksi dari dua pejantan sapi Pesisir menggunakan vagina buatan, dianalisis dalam kondisi segar, kemudian dibekukan dengan pengencer tris kuning telur. Evaluasi kualitas dan kinematika spermatozoa dilakukan menggunakan Computer-Assisted Sperm Analyzer (CASA). Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan pada motilitas total (dari 83,83% menjadi 71,68%) dan motilitas progresif (dari 80,81% menjadi 59,56%) setelah proses pembekuan. Selain itu, terjadi penurunan signifikan pada semua parameter kinematika, seperti velocity curvilinear (VCL), velocity straight line (VSL), velocity average path (VAP), linearity (LIN), straightness (STR), wobble (WOB), amplitude lateral head displacement (ALH), dan beat cross frequency (BCF). Penurunan ini mencerminkan adanya kerusakan struktural dan fungsional pada spermatozoa akibat stres kriogenik selama proses pembekuan dan thawing. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya optimalisasi protokol kriopreservasi khususnya bagi sapi lokal seperti Pesisir, guna mendukung keberhasilan inseminasi buatan dan pelestarian genetika lokal secara berkelanjutan.
Penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi penting dalam peningkatan kualitas teknologi kriopreservasi semen sapi Pesisir, yang merupakan plasma nutfah lokal Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembekuan semen berdampak negatif terhadap kualitas gerak dan kinetika spermatozoa. Informasi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan protokol pembekuan semen yang lebih optimal, sehingga mendukung program konservasi dan peningkatan produktivitas reproduksi sapi lokal melalui inseminasi buatan.