
Leukemia limfoblastik akut merupakan penyakit kanker yang terjadi pada anak dan menyebabkan angka kematian yang tinggi pada anak. Salah satu pengobatan kemoterapi yang disarankan adalah dengan menggunakan L-Asparaginase 2. Akan tetapi, karena proses produksinya yang rumit, pendekatan ini mahal bagi masyarakat. Oleh karena itu, teknologi produksi enzim ini sangat penting, sehingga memungkinkan pengobatan ALL yang lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi sekuens gen AnsB dari Serratia plymuthica UBCF_13 dan melakukan analisis lebih lanjut secara in silico. Penelitian diawali dengan merancang primer spesifik, mengisolasi fragmen gen AnsB menggunakan pendekatan berbasis PCR, mengurutkan fragmen gen AnsB, mengkloningnya ke vektor plasmid, dan selanjutnya mentransformasikannya ke dalam sel E—coli DH5α. Data selanjutnya dianalisis menggunakan perangkat bioinformatika seperti BLAST, MEGA X, dan I-TASSER InterPro. Hasil data sekuens berhasil memverifikasi bahwa panjang penuh gen AnsB adalah 1047 bp. Analisis InterPro menunjukkan bahwa L-Asparaginase 2 dari S. plymuthica UBCF_13 memiliki dua domain, yaitu N-terminal L-Asparaginase yang membentang dari asam amino 26 hingga 216, sedangkan C-terminalnya membentang dari asam amino 235 hingga 345. Fragmen fisik gen tersebut juga berhasil dikloning ke vektor pGEM-T Easy dan selanjutnya ditransformasikan ke dalam sel E. coli DH5α. Hasil ini memberikan informasi untuk sumber alternatif L-Asparaginase 2 dan kemungkinan rekayasanya.
Teknologi produksi enzim L-Asparaginase Type 2 yang lebih ekonomis