
Pemanfaatan digitalisasi semakin signifikan dirasakan pasca pandemi Covid-19 bukan hanya dalam ketahanan (resilience) tetapi juga dalam keberlanjutan (sustainability). Namun pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Sumatera Barat masih kurang menyadari pentingnya penerapan digitalisasi secara keberlanjutan untuk mencapai ketahanan IKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi dan keberlanjutan terhadap ketahanan IKM di Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima hipotesis yang memberikan kesimpulan tidak berpengaruh signifikan karena nilai p-value lebih besar dari alpha 0,05. Hal ini disebabkan oleh rendahnya keterampilan digital dari beberapa pelaku IKM. Mayoritas IKM di Kota Padang adalah skala kecil dibandingkan skala menengah yang mana lebih menyukai transaksi secara offline dibandingkan online. Sedangkan dua hipotesis lainnya menunjukkan pengaruh signifikan yaitu hubungan antara literasi digital dengan keberlanjutan (p-value 0,005) serta hubungan keberlanjutan dengan ketahanan (p-value 0,000). Oleh karena itu untuk mencapai ketahanan IKM, pelaku IKM di Kota Padang perlu menekankan dan mengimplementasikan indikator keberlanjutan serta mengkolaborasikan indikator literasi digital dengan keberlanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang efektif bagi IKM dalam strategi penerapan digitalisasi dan keberlanjutan sehingga mampu mencapai tingkat ketahanan yang tinggi.
Rekomendasi efektif bagi IKM dalam strategi penerapan digitalisasi dan keberlanjutan sehingga mampu mencapai tingkat ketahanan yang tinggi.