
Keberadaan dari segmen Talamau baru teridentifikasi oleh BMKG pasca gempa bumi yang terjadi pada hari Jum’at pagi 25 Februari 2022 di Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat. Peristiwa gempa ini berkekuatan 6,1 Mw dengan gempa susulan sebanyak 201 kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sesar dari segmen Talamau dengan menggunakan metode gravitasi. Metode gravitasi dapat menggambarkan struktur geologi bawah permukaan berdasarkan perbedaan densitas batuan yang dikenal sebagai anomali gravitasi. Data gravitasi diambil dari data gravitasi satelit berupa data GGMplus dan data topografi SRTM2gravity. Nilai anomali gravitasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik sesar menggunakan analisis Second Vertical Derivative (SVD). Kombinasi dari data GGMplus dan SRTM2gravity memberikan hasil yang dapat menggambarkan keberadaan segmen Talamau berdasarkan perbedaan kontras densitas batuan. Keberadaan dari segmen Talamau berada pada pola anomali sedang dengan komponen penyusun yaitu batuan aluvium, pasir kerikil, lanau, batuan hasil gunung Talamau, batuan gunung api tak terpisahkan, batuan intrusi, dan batuan formasi kuantan. Dari analisis SVD jenis sesar dari segmen Talamau yaitu sesar mendatar.
Sebagai Peta awal dalam Mitigasi Bencana Gempa Bumi