
Latar Belakang: Stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan lebih rendah dari standar usianya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formula bola-bola ikan tongkol dengan substitusi tepung kacang kedelai serta menguji kandungan zat gizi dan mutu organoleptiknya sebagai alternatif makanan tambahan tinggi protein dan zink untuk balita stunting. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan: F0 (tanpa substitusi), F1 (26g), F2 (52g), dan F3 (78g tepung kacang kedelai). Uji organoleptik dilakukan oleh 40 panelis semi-terlatih sebanyak dua kali ulangan. Analisis kandungan zat gizi mencakup kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan zink. Data dianalisis dengan uji ANOVA dan Kruskal Wallis (taraf 5%), dilanjutkan dengan Duncan dan Mann Whitney. Hasil: Formula terbaik adalah F3 dengan karakteristik warna coklat muda, aroma harum, rasa gurih, dan tekstur agak kenyal. F3 mengandung air 40,25%, abu 2,93%, protein 19,57%, lemak 12,88%, karbohidrat 24,39%, zink 2,42 mg, dan kalsium 77,25 mg. Kesimpulan: F3 merupakan formula terbaik dan dapat diberikan sebagai makanan selingan balita sebanyak satu buah (25g) per konsumsi.
Formula bola-bola ikan tongkol substitusi tepung kacang kedelai berpotensi sebagai makanan tambahan tinggi protein dan zink yang mudah dikonsumsi, disukai balita, serta mendukung pemenuhan gizi harian. Inovasi ini dapat dimanfaatkan dalam intervensi pencegahan dan penanggulangan stunting pada balita.