
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi penggunaan ulang air kondensat AC di lingkungan kampus Universitas Andalas, khususnya di Gedung Rektorat, Departemen Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan, berdasarkan kuantitas dan kualitasnya. Sampel air kondensat dari delapan lokasi diambil dan dianalisis untuk parameter seperti pH, DO, Turbidity, COD, Logam, E. coli, dan Total Coliform. Hasil pengujian kualitas air menunjukkan bahwa meskipun parameter pH, DO, Turbidity, COD, dan Logam umumnya memenuhi baku mutu, ada beberapa pengecualian signifikan. Kadar besi (Fe), COD, dan Total Coliform ditemukan melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023, standar WHO untuk air minum, dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Oleh karena itu, air kondensat AC tidak direkomendasikan untuk konsumsi sebagai air minum tanpa pengolahan lebih lanjut. Namun, air ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan non-potable di kampus. Penggunaan yang direkomendasikan meliputi penyiraman tanaman, pembersihan lantai dan area tertentu, serta sebagai air flushing WC. Pemanfaatan ini dapat berkontribusi pada upaya konservasi air dan mendukung praktik keberlanjutan di lingkungan Universitas Andalas.
Penelitian ini menunjukkan bahwa air kondensat AC di lingkungan kampus Universitas Andalas, berpotensi besar untuk digunakan kembali dalam berbagai aktivitas non-konsumsi meliputi penyiraman tanaman, pembersihan lantai dan area tertentu, serta air flushing WC, yang dapat berkontribusi pada konservasi air di lingkungan kampus.