.jpg&w=1080&q=75)
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat utilisasi laboratorium di Departemen Teknik Sipil (DTS) Universitas Andalas dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dan penelitian, baik oleh pihak internal maupun eksternal, serta implikasinya terhadap peningkatan layanan pendidikan bagi pihak eksternal. Penelitian difokuskan pada empat laboratorium DTS, yaitu: LMS, LTJR, Lab. Mektan, dan LMH. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dalam kegiatan studi banding ke laboratorium Teknik Sipil UGM dan ITB, serta wawancara dengan pengguna internal laboratorium DTS. Data sekunder berupa jadwal penggunaan laboratorium untuk kegiatan praktikum internal dan eksternal. Data kualitatif dianalisis menggunakan Software NVivo 15, sedangkan utilisasi dihitung melalui perbandingan waktu penggunaan aktual dengan waktu operasional yang tersedia. Hasil studi banding menunjukkan bahwa layanan kepada pihak eksternal dapat diberikan apabila laboratorium memiliki sarana dan prasarana yang memadai serta tidak mengganggu kegiatan internal. Analisis utilisasi menunjukkan hasil yang bervariasi: 66,54% (LMS), 33,09% (LTJR), 80,46% (Mektan), dan 85,71% (LMH). Hasil evaluasi ini dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan laboratorium DTS, khususnya dalam pengaturan jadwal penggunaan laboratorium bagi pihak internal dan eksternal serta peningkatan sarana dan prasarana. Penelitian ini memberikan landasan dalam penyusunan strategi pengembangan laboratorium DTS, khususnya dalam memperluas layanan pendidikan bagi pihak eksternal secara terstruktur dan berkelanjutan.
Potensi manfaat dari penelitian ini sebagai landasan dalam penyusunan strategi pengembangan laboratorium DTS, khususnya dalam memperluas layanan pendidikan bagi pihak eksternal secara terstruktur dan berkelanjutan.