
Penelitian ini mengeksplorasi potensi terapeutik dari campuran ekstrak cassiavera (Cinnamomum burmannii) dan cocoa liquor (Theobroma cacao) (CCM) sebagai agen antidiabetes, antioksidan, antiinflamasi, dan imunoregulatori pada model tikus diabetes yang diinduksi aloksan (100 mg/kg berat badan). Studi ini secara komprehensif menganalisis empat kelompok perlakuan: kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), kelompok metformin (45 mg/kg berat badan) (M), dan kelompok perlakuan (CC) yang diberi CCM (108 mg/kg berat badan) selama tujuh minggu. Aktivitas antioksidan CCM diukur melalui uji scavenging radikal DPPH, menunjukkan nilai IC50 sebesar 18,85 ± 6,60 ppm, mengindikasikan kapasitas antioksidan yang sangat kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok CC mengalami penurunan signifikan dalam kadar glukosa darah dan indikator pro-inflamasi (TNF-α dan IL-6), serta peningkatan berat badan, aktivitas fagositik makrofag terhadap S. aureus, dan perlindungan terhadap kerusakan pankreas. Sebaliknya, kelompok K+ yang tidak menerima CCM mengalami hiperglikemia, inflamasi tinggi, penurunan berat badan, aktivitas makrofag yang rendah, dan kerusakan pankreas yang parah. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa kombinasi ekstrak cassiavera dan cocoa liquor bekerja secara sinergis sebagai terapi adjuvan alami untuk diabetes, menawarkan pendekatan baru dalam pengobatan berbasis tanaman obat di Sumatra Barat.
: Riset ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan terapi alternatif untuk diabetes mellitus berbasis bahan alam, khususnya melalui pemanfaatan ekstrak cassiavera dan cocoa liquor (CCM) sebagai agen antidiabetes, antioksidan, dan antiinflamasi. Temuan ini dapat mendorong inovasi dalam pengobatan herbal yang lebih efektif dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, penelitian ini berpotensi meningkatkan nilai ekonomi tanaman lokal seperti cassiavera dan kakao di Sumatra Barat melalui pemanfaatan sebagai bahan baku farmasi. Hasil riset juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan kesehatan yang mendukung integrasi pengobatan tradisional dengan medis, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat tanaman obat dalam pengelolaan diabetes.