
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang sering berasosiasi dengan beberapa jamur patogen utama, yaitu Helminthosporium oryzae B. de Haan, Curvularia sp., dan Rhizoctonia solani. Dalam upaya mengendalikan patogen-patogen tersebut, penggunaan jamur antagonis seperti Trichoderma asperellum dinilai sebagai metode yang paling efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi T. asperellum dalam menekan beberapa jamur patogen penyebab penyakit pada tanaman padi secara in vitro. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan terdiri atas pengujian beberapa patogen penyebab penyakit pada tanaman padi dengan jamur antagonis T. asperellum, yaitu R. solani, Curvularia sp., H. oryzae, serta kontrol yang tidak diberi perlakuan. Pengujian daya antagonis T. asperellum terhadap jamur-jamur patogen dilakukan menggunakan metode kultur ganda dan kultur uap. Pengamatan meliputi persentase penghambatan, laju invasi, luas koloni, perubahan karakter morfologi, jumlah konidia, serta jumlah konidia yang berkecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. asperellum memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan beberapa jamur patogen secara in vitro. Pada metode kultur ganda, T. asperellum mampu menghambat pertumbuhan R. solani dengan persentase penghambatan tertinggi sebesar 68,40%. Sementara itu, pada metode kultur uap, penghambatan tertinggi terjadi pada jamur Curvularia sp. dengan efektivitas sebesar 62,04%.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Trichoderma asperellum memiliki potensi tinggi sebagai agen hayati dalam mengendalikan jamur patogen penyebab penyakit pada tanaman padi, seperti Rhizoctonia solani, Curvularia sp., dan Helminthosporium oryzae. Temuan ini sangat bermanfaat dalam mengurangi ketergantungan pada fungisida sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan dan menyebabkan resistensi patogen. Secara ilmiah, hasil penelitian ini memperkuat pemahaman terhadap mekanisme antagonisme jamur, seperti antibiosis, kompetisi ruang dan nutrisi, serta mikoparasitisme. Dari sisi praktis, penelitian ini memberikan solusi alternatif yang ramah lingkungan untuk pengendalian penyakit tanaman, yang dapat diterapkan oleh petani, penyuluh pertanian, maupun industri agrobisnis. Potensi pengembangan produk biopestisida berbasis T. asperellum juga terbuka luas, mendorong kolaborasi lintas sektor untuk hilirisasi hasil penelitian. Selain itu, hasil ini dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.