
Pencelupan puting sapi perah ke dalam larutan antiseptik (Teat dipping) setelah pemerahan untuk melindungi puting telah diakui secara luas di berbagai negara peternakan sapi perah, yang dapat meminimalkan kontaminasi puting oleh bakteri patogen. Namun, peternak sapi perah masih mengandalkan antiseptik sintetis, dan belum banyak memanfaatkan bahan-bahan alami yang ramah linkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan dan persentase eco-enzyme berbasis Citrus reticulata dengan menganalisis fenol, tanin, etanol, asam asetat, dan efek sensitivitasnya terhadap bakteri Streptococcus sp, sehingga dapat digunakan sebagai larutan pencelupan puting alami pada sapi perah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi eksperimental dengan desain acak lengkap, yang dilihat dari persentase eco-enzyme sebagai berikut: (D1) = kontrol, (D2) = Larutan Eco-enzyme (30%), (D3) = Larutan Eco-enzyme (60%), (D4) = Larutan Eco-enzyme (100%). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan kandungan fenol (11,3 - 75,5 mgGAE/gr), tanin (0,05 - 0,89%1000 ppm), etanol (1,99 - 2,92%), asam asetat (0,21 - 0,57%), dan penghambatan terhadap bakteri Streptococcus sp (2,87 - 6,75 mm). Dapat disimpulkan bahwa larutan Eco-enzyme pada perlakuan D4 dapat digunakan sebagai kandidat larutan teat dipping yang ramah lingkungan.
Diharapkan dengan adanya Larutan Eco-enzyme berbasis kulit jeruk ini dapat di jadikan antiseptic alami dalam teat dipping pada ternak perah yang ramah lingkungan