
Perkembangan layanan financial technology (fintech) di Indonesia semakin pesat, terutama pada sektor investasi yang ditandai dengan meningkatnya jumlah investor ritel dan munculnya platform robo-advisor seperti Bibit. Fenomena ini membuka peluang besar sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi niat investor untuk mengadopsi layanan investasi digital. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi investasi, persepsi risiko, dan persepsi manfaat terhadap niat investor menggunakan aplikasi Bibit. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner daring yang berhasil mengumpulkan 450 respon dari investor online di berbagai daerah di Indonesia. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4.0, yang melibatkan pengujian outer model dan inner model untuk menilai validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi investasi dan persepsi manfaat berpengaruh positif signifikan terhadap niat investor menggunakan Bibit, menegaskan pentingnya pemahaman keuangan dan keunggulan layanan sebagai pendorong adopsi. Sebaliknya, persepsi risiko tidak terbukti signifikan, yang mengindikasikan bahwa kekhawatiran terhadap risiko tidak menjadi hambatan utama, khususnya di kalangan investor muda yang lebih akrab dengan teknologi.
1. Bagi Penyedia Layanan Fintech (Bibit dan Sejenisnya): Memberikan wawasan strategis mengenai faktor-faktor utama yang mendorong adopsi aplikasi robo-advisor, khususnya terkait literasi investasi dan manfaat yang dirasakan. Dapat digunakan untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif, seperti menonjolkan efisiensi biaya, kemudahan penggunaan, dan fitur rekomendasi yang dipersonalisasi. Memberi dasar untuk menyusun program edukasi keuangan yang terarah, agar investor pemula lebih memahami produk dan lebih percaya diri menggunakan layanan fintech investasi. 2. Bagi Pembuat Kebijakan (Regulator dan Pemerintah): Hasil studi ini mendukung pentingnya regulasi dan inisiatif peningkatan literasi keuangan untuk mempercepat inklusi keuangan digital di Indonesia. Memberikan justifikasi untuk memperkuat aturan perlindungan konsumen, terutama dalam hal transparansi dan keamanan data pengguna fintech. 3. Bagi Akademisi dan Peneliti: Menawarkan kontribusi teoritis terhadap literatur adopsi fintech dengan menggabungkan pendekatan TAM dan TPB, serta menguji hubungan antara literasi investasi, risiko, dan manfaat dalam konteks robo-advisor. Menjadi dasar bagi studi lanjutan, misalnya dengan mengeksplorasi faktor-faktor lain seperti kepercayaan, budaya, usia, atau pengalaman digital. 4. Bagi Masyarakat Umum dan Investor Online: Memberikan informasi berbasis bukti tentang manfaat penggunaan robo-advisor, terutama bagi investor muda dan pemula. Mendorong perilaku keuangan yang lebih rasional dan terinformasi, dengan meningkatkan pemahaman tentang literasi investasi dan risiko yang sebenarnya tidak terlalu signifikan dalam menghambat adopsi aplikasi.