
kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dari kesejahteraan secara keseluruhan bagi individu dan populasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan kasus infertilitas di dunia sekitar 8%–10%. Daun sungkai (Peronema canescens Jack.) mengandung senyawa apigenin yang merupakan turunan flavonoid. Apigenin sebagai antioksidan membantu menetralkan radikal bebas dengan melindungi sel telur dari kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian isolat aktif apigenin daun sungkai terhadap fertilitas mencit putih betina. Dua puluh empat ekor mencit betina dibagi menjadi empat kelompok yang digunakan dalam penelitian ini. Kelompok uji diberikan suspensi apigenin isolat aktif daun sungkai secara oral dengan dosis 1 mg/kg bb, 25 mg/kg bb, dan 50 mg/kg bb selama 14 hari. Kelompok kontrol negatif hanya diberikan suspensi Na-CMC 0,5%. Pada hari ke-15 mencit dikorbankan dengan anestesi inhalasi menggunakan eter, kedua ovarium diangkat, dan dibuat preparat histopatologi untuk mengetahui jumlah folikel. Data diolah menggunakan analisis statistik dengan metode One Way ANOVA dan uji Duncan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah folikel ovarium primer, sekunder dan de graaf. Peningkatan jumlah ovarium optimal pada dosis 50 mg/kgbb. Penelitian ini menyimpulkan bahwa isolat apigenin dari daun sungkai berpotensi meningkatkan fertilitas pada wanita.
diharapkan kedepannya isolat daun sungkai ini dapat dikembangkan sebagai obat baru