
Korupsi merupakan salah satu persoalan global yang berdampak negatif terhadap supremasi hukum, demokrasi, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Untuk memahami dinamika penyebarannya, diperlukan pendekatan kuantitatif melalui pemodelan matematika. Dalam penelitian ini dikembangkan suatu model dinamik korupsi dengan enam kompartemen yang merepresentasikan berbagai kategori individu terkait perilaku koruptif. Model tersebut dirumuskan dalam bentuk sistem persamaan diferensial nonlinier yang melibatkan sejumlah parameter kunci, seperti tingkat kontak efektif antara individu rentan dengan koruptor, keinginan personal untuk korupsi dan pemberian sanksi. Analisis kestabilan dilakukan untuk menentukan kondisi yang memungkinkan korupsi menghilang atau tetap bertahan dalam populasi. Dengan menggunakan metode pelinieran, ditunjukkan bahwa terdapat titik ekuilibrium bebas korupsi maupun titik ekuilibrium endemik korupsi. Studi ini menemukan bahwa keberadaan kontrol berupa pengawasan dan pemberlakuan hukuman yang konsisten berperan signifikan dalam menurunkan jumlah pelaku korupsi. Simulasi numerik mendukung hasil teoretis, yang memperlihatkan bahwa kasus korupsi dapat diminimalkan tetapi cenderung tidak sepenuhnya hilang dalam jangka panjang. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur pemodelan matematika korupsi sekaligus menawarkan wawasan penting bagi perumusan kebijakan pencegahan korupsi.
Hasil penelitian dapat dapat dimanfaatkan sebagai perbandingan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan prediksi jumlah perilaku korusi dalam jangka panjang