.png&w=1080&q=75)
Temuan utama dari hasil penelitian : Dilokasi penelitian ditemukan komposisi vegetasi sebanyak 18 famili, 26 genus, 26 spesies, dan 1.213 individu. Diantara tumbuhan bawah yang ditemukan, terdapat tumbuhan invasif sebanyak 8 famili, 14 genus, 14 spesies, 1.181 individu. Famili dominan adalah famili melastomaceae dengan nilai 31,16%. Tumbuhan bawah pada kawasan kapalo banda taram yang memiliki indeks nilai penting tertinggi adalah Cyperus rotundus sebesar 43,92%, diikuti oleh Megathyrsus maximus sebesar 43,34%, dan Clidermia hirta sebesar 33,51%, Bellucia pentamera sebesar 18,68%, dan Melastoma malabathricum 11,85%. Sedangkan INP yang terendah yaitu sp 1, Helicia serrata, Medicago sativa dan Hippobroma longiflora dengan nilai yang sama sebesar 0,77%. Selanjutnya, nilai indeks keanekaragman (H’) yang ditemukan adalah 1,89 yang tergolong sedang. Setiap Spesies tumbuhan invasif menunjukkan strategi reproduksi dan penyebaran yang efektif, mencakup metode vegetatif dan seksual, memungkinkan mereka bertahan, tumbuh dengan cepat, dan mendominasi habitat baru. Analisis Korespondensi Kanonik (KKK) mengungkapkan bahwa faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, kelembapan, suhu, dan pH tanah secara signifikan memengaruhi distribusi dan dominasi spesies tumbuhan bawah invasif. Studi ini memberikan wawasan berharga tentang pengelolaan tumbuhan invasif di Kawasan Ekowisata Kapalo Banda Taram, yang membantu upaya konservasi dan pariwisata berkelanjutan.
Penelitian ini berpotensi memberikan manfaat besar bagi pengelolaan ekosistem di kawasan ekowisata. Hasilnya dapat menjadi dasar dalam upaya pengendalian tumbuhan invasif, pelestarian keanekaragaman hayati, serta perencanaan konservasi dan pengelolaan ekowisata berkelanjutan. Selain itu, informasi yang diperoleh juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan edukasi, penelitian lanjutan, dan pengambilan kebijakan lingkungan di Kabupaten Lima Puluh Kota.