
Stres oksidatif, yang ditandai oleh ketidakseimbangan antara spesies oksigen reaktif dan pertahanan antioksidan, berkontribusi terhadap berbagai penyakit. Bahan alami, khususnya senyawa dari tumbuhan, memiliki potensi terapeutik menjanjikan karena sifat antioksidannya. Penelitian ini menginvestigasi potensi antioksidan kunyit liar Sumatra (Curcuma sumatrana), spesies Zingiberaceae endemik Sumatra, melalui analisis in vitro, elusidasi fitokimia dengan UPLC-MS, dan studi in siliko komputasional senyawa bioaktif dari rimpangnya. Hasil uji DPPH mengindikasikan bahwa ekstrak etanol C. sumatrana memiliki aktivitas antiokisdan kategori kuat. Hasil analisis dengan UPLC-MS menemukan 22 senyawa bioaktif. Selanjutnya, 22 senyawa dievaluasi menggunakan Aturan Lipinski, dan terungkap 21 senyawa (95%) yang memiliki bioavailabilitas oral. Prediksi bioaktivitas melalui PASS Online mengidentifikasi enam senyawa dengan aktivitas antioksidan sedang (Pa > 0,3). Penambatan molekuler terhadap enzim antioksidan (GPx, SOD, CAT) dan kompleks protein Keap1-Nrf2 menunjukkan afinitas pengikatan signifikan. Secara khusus, 9,10-Epoxy-12-octadecenoate menunjukkan pengikatan superior ke SOD (-5,75 kkal/mol), GPx (-6,42 kkal/mol), dan Keap1-Nrf2 (-8,39 kkal/mol), melampaui ligan alami. Asam abietat dan N-Oktilgallat juga menunjukkan interaksi kuat dengan Keap1-Nrf2, mengindikasikan aktivasi jalur respons antioksidan.
Temuan ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan obat herbal terstandar (OHT) berbasis tumbuhan lokal Sumatra berupa Curcuma sumatrana untuk mengatasi penyakit yang berkaitan dengan radikal bebas