
Usaha ternak sapi potong dapat dikatakan berhasil bila telah memberikan kontribusi pendapatan dan dapat memenuhi kebutuhan hidup peternak sehari-hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pendapatan usaha penggemukan sapi potong. Studi ini mengambil kasus pada usaha penggemukan sapi potong “Jerisman” yang berada di nagari Panyakalan Kecamatan Kubung Kabupaten Solok.Penentuan lokasi ditetapkan secara purposive,dimana usaha penggemukan sapi potong ini merupakan usaha penggemukan sapi potong dengan skala usaha lebih besar dibanding usaha yang lain di Kenagarian Panyakalan tersebut yaitu 45 ekor. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan indikator keuntungan yaitu income analisis, R/C ratio, dan BEP (Break Even Point). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usaha penggemukan sapi potong Bapak Jerisman selama satu periode pemeliharaan adalah sebesar Rp 56.654.667/Periode atau Rp 9.442.472/bulan. Nilai R/C ratio adalah sebesar 1,1 dan BEPnilai penjualan sebesar Rp. 271.277.778. Sedangkan BEPunit sebesar 11,3 ekor. Ini artinya dengan penjualan sapi sebanyak 11 ekor usaha ini tidak untung dan tidak rugi.Secara keseluruhan hasilpenelitian menunjukkan bahwa usaha penggemukan sapipotong Bapak Jerisman menguntungkan.
Penelitian ini membantu peternak memahami biaya produksi dan potensi pendapatan, yang penting untuk menentukan apakah usaha tersebut menguntungkan. Hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik, seperti apakah perlu ekspansi usaha atau penyesuaian metode produksi. Disamping itu penelitiandapatmengidentifikasiarea-areadi mana efisiensi produksi dapat ditingkatkan. Peningkatan efisiensi dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan peternak. Hasil penelitian dapat digunakan oleh pemerintah dan lembaga terkait untuk merumuskan kebijakan yang mendukung perkembangan usaha peternakan sapi potong. Informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan bentuk subsidi atau insentif yang paling efektif bagi peternak