1771902923.jpg&w=1080&q=75)
Dari hasil Penelitian dilaboratorium dapat disimpulkan bahwan Empulur sagu fermentasi (ESF) dengan komposisi substrat 80% empulur sagu dan 20% daun ubi kayu dengan lama fermentasi 4 hari memberikan hasil terbaik dilihat dari aktivitas protease 8,36 U/ml, protein kasar 24,29%BK, dan retensi nitrogen 57,25%, aktivitas selulase 15,81%, serat kasar 6,31%, dan daya cerna serat kasar 57,60%. Hasil analisis keragaman untuk pengukuran parameter penelitian pada ternak unggas menunjukkan bahwa pemberian empulur sagu fermentasi dengan Bacillus subtilis (ESDUKF) dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, bobot hidup, bobot karkas, persentase lemak abdomen, retensi nitrogen, daya cerna serat kasar, energi metabolisme, bobot hati bobot jantung broiler dan profil darah broiler, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konversi ransum, persentase karkas, bobot gizzard dan bobot usus halus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian empulur sagu fermentasi dengan Bacillus subtlisis (ESDUKF) dapat digunakan sampai level 30% dalam ransum broiler yang masih menyamai performa broiler yang mendapat ransum kontrol.
Hasil Penelitian ini dapat meningkatkan kualitas empulur sagu sebagai bahan pakan unggas untuk menghasilkan produk/protein hewani yang sangat dibutuhkan oleh manusia yaitu telur dan daging unggas