
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan Tithonia diversifolia sebagai pengganti hijauan, penambahan daun katuk (Sauropus androgynus), dan pemberian konsentrat berbasis bungkil inti sawit terhadap konsumsi, kecernaan, produksi, serta kualitas susu kambing Peranakan Etawa. Penelitian dilaksanakan selama 60 hari di peternakan Toni Farm, Payakumbuh, menggunakan 20 ekor kambing laktasi yang dibagi dalam 4 perlakuan dan 5 ulangan menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan terdiri atas: A (control: 60% hijauan konvensional + 40% konsentrat), B (60% Tithonia + 20% konsentrat + 20% bungkil inti sawit), C (B + 1,5% daun katuk), dan D (B + 3% daun katuk). Parameter yang diamati meliputi konsumsi dan kecernaan bahan kering, bahan organic, protein kasar, produksi susu, serta kandungan asam amino dan asam lemak susu. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan C dan D secara signifikan meningkatkan konsumsi dan kecernaan nutrient serta produksi susu dibandingkan control (P<0,05). Kandungan asam amino esensial (lisin, leusin) dan asam lemak tak jenuh (linoleate) juga meningkat pada perlakuan tersebut. Disimpulkan bahwa kombinasi Tithonia diversifolia, daun katuk, dan bungkil inti sawit merupakan formulasi pakan local yang efektif untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas susu kambing secara berkelanjutan.
Formula ransum konsentrat berbasis bungkil inti sawit dengan sumber hijauan tithonia dan daun katuk ini dapat diterapkan oleh peternak untuk meningkatkan produksi dan kualitas susu kambing perah yang diperlihara