
Temuan utama penelitian, pada proses isolasi bakteri dari limbah cair karet menggunakan medium spesifik, ditemukan tiga isolat bakteri, yaitu; NS-1, NS-2 dan NB-1. Selanjutnya pada pengujian kemampuan ketiga isolat bakteri dalam menurunkan kadar Amonia limbah yang dilakukan dengan cara menginokulasikan masing-masing isolat 10% (v/v) dengan kapasitas kerja 200 mL Inkubasi dilakukan selama seminggu dengan enam hari pengamatan. Kemampuan isolat dalam mendegradasi amonia berdasarkan analisis Total Amonia Nitrogen (TAN) pada awal dan akhir, berdasarkan metode Fenat menggunakan spektrofotometer mengacu pada SNI 06-6989.30-2005. Temuan hasil analisis Amonia pada akhir inkubasi menunjukkan bahwa ketiga isolat bakteri NS-1, NS-2 dan NB-1 potensial dalam menurunkan kadar Total Amonia Nitrogen. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar Total Amonia Nitrogen pada akhir inkubasi sebesar 6,75 - 4,8 mg/L. Penurunan Total Amonia Nitrogen mencapai 52,50 - 66,90% dengan isolat terbaik adalah isolat NS-2. Hasil identifikasi isolat terbaik secara molekuler menggunakan metode PCR-seq gen 16S-rRNA menunjukkan bahwa isolat NS-2 memiliki nilai percent identity sebesar 99,86–99,93% sebagai Enterobacter sp.
Potensi kemanfaatan hasil penelitian ini menjadi dasar pengembangan teknologi bioremediasi berbasis limbah cair karet ataupun ekosistem perairan dengan Amonia tinggi menggunakan isolat bakteri lokal yang telah teruji menurunkan Total Amonia Nitrogen (TAN) sebagai implementasi bioremediasi berbasis mikroba dalam konteks keberlanjutan lingkungan.