
Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor -faktor yang mempengaruhi kejadian hipotensi intradialitik pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Adakah hubungan antara jenis kelamin, suhu dialisat, anemia, IDWG, makan saat hemodialisis dengan kejadian hipotensi intradialitik pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RSUP dr M. Djamil Padang”. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling, dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 104 responden. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. M.Djamil Padang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji MannWhitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, suhu dialisat, dan asupan makanan selama hemodialisis tidak berhubungan dengan hipotensi intradialisis (p > 0,05). Namun, hemoglobin dan Kenaikan Berat Badan Interdialisis (IDWG) berhubungan dengan kejadian hipotensi intradialisis (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, perawat dapat memantau dan mengevaluasi status anemia dan IDWG, yang dapat memengaruhi kejadian hipotensi intradialisis.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, masukan, dan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan di Unit Hemodialisis dan rumah sakit secara umum untuk menurunkan angka kejadian hipotensi intradialitik dengan pembuatan asuhan keperawatan terkait faktor yang dapat dimodifikasi pasien, seperti mencegah terjadi nya anemia kronik dengan pengaturan diet yang tepat, dan mencegah peningkatan IDWG (Intradialytic weight gain) dengan manajemen cairan yang baik.