....jpg&w=1080&q=75)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas nutrisi Ampas sari kedelai (ASK) melalui fermentasi dengan Lactobacillus casei serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap performa ayam broiler. Metode yang digunakan dalam eksperimen ini memakai rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dengan 5 ulangan. Masing-masing perlakuan terdiri dari (R1: Kontrol; R2: 20% ASKF; R3: 25%ASKF; R4: 30% ASKF; R5: 35% ASKF) dalam ransum broiler. Dari hasil penelitian tahap pertama, didapatkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aktivitas selulase, fitase, protease dan peningkatan protein kasar, serta penurunan serat kasar dan asam fitat. Dari hasil penelitian tahap kedua didapatkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan bobot hidup dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konversi ransum, persentase karkas dan persentase lemak abdomen. Kesimpulan: Fermentasi ampas sari kedelai (ASK) dengan Lactobacillus casei pada komposisi 70% ASK dan 30% TDI selama 4 hari menghasilkan peningkatan aktivitas enzimatis (selulase 17,16 U/mL; fitase 15,13 U/mL; protease 10,72 U/mL), protein kasar (46,16%), serta penurunan serat kasar (57,74%) dan asam fitat (92,13%). Hasil uji biologis menunjukkan bahwa ASKF dapat digunakan hingga 30% dalam ransum broiler yang menghasilkan performa optimal ditinjau dari konsumsi ransum, PBB, konversi ransum, bobot hidup, persentase lemak abdomen
Hasil Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh oleh peternak unggas terutama pada saat ampas sari kedelai melimpah yang merupakan limbah pembuatan susu kedelai yang dapat digunakan sebagai bahan ransum dengan kandungan gizi yang cukup tinggi setelah dilakukan proses fermentasi.