
Kendala utama budidaya tomat ialah adanya serangan virus pathogen. Kehilangan hasil akibat serangan virus berkisar antara 50–80%. Sampai saat ini tindakan pengendalian yang dilakukan masih kurang memberikan hasil yang memadai karena belum ada pestisida yang efektif dan hampir semua varietas tomat yang dibudidayakan rentan terhadap infeksi virus. Pendekatan lain yang dapat dilakukan adalah melalui mekanisme ketahanan tanaman terinduksi. Peningkatan resistensi tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan cendawan entomopatogen B. bassiana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat cendawan Beauveria bassiana yang efektif dalam menekan tingkat serangan penyakit virus dan serangga vektor pada tanaman tomat. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan empat ulangan. Ada lima isolat B. bassiana yang digunakan (WS, TD312, PB211, BbJg, PD114). Cendawan diaplikasi melalui perendaman benih dan Penyemprotan tanaman. aplikasi cendawan B. bassiana melalui perendaman benih efektif dalam menekan populasi B. tabaci dan mengurangi intensitas penyakit virus pada tanaman tomat Isolat TD312 (endofit batang gandum) merupakan isolat yang paling efektif dalam menekan populasi B. tabaci dan meningkatkan ketahanan tanaman tomat terhadap penyakit virus
Berdasarkan hasil yang didapat menunjukkan bahwa selain dapat digunakan untuk mengendalikan hama, cendawan B. bassiana juga dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan tanaman tomat terhadap penyakit virus. Aplikasi B. bassiana pada tanaman tomat melalui perendaman benih dan penyemprotan tanaman merupakan salah satu strategi baru dalam pengendalian penyakit virus pada tanaman tomat. Terjadinya peningkatan ketahanan alami tanaman, maka kebutuhan akan pestisida sintetis dapat dikurangi sehingga dapat mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.