
Tawa nan ampek (terdiri dari daun Costus speciosus; bagian aerial Enhydra fluctuans, Kalanchoe pinnata, dan Panicum auritum) adalah tanaman obat tradisional dari Sumatera Barat, Indonesia. Namun, efek imunostimulan mereka belum terbukti. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas imunostimulan ekstrak etanol tanaman tawa nan ampek terhadap jumlah total dan diferensial leukosit. Lima puluh lima tikus jantan putih (Mus musculus) dibagi menjadi sebelas kelompok masing-masing terdiri dari 5 tikus: kelompok 1-2 (kontrol negatif dan positif, 0,5% natrium CMC), kelompok 3 (standar pembanding, Stimuno dengan dosis 6,5 mg/kg BB), kelompok 4-11 (ekstrak tanaman tawa nan ampek dengan dosis 200 dan 500 mg/kg BB untuk setiap komponen tanaman). Ekstrak diberikan secara oral sekali sehari selama 7 hari, sementara vaksin virus dengue (Qdenga®) disuntikkan secara subkutan dengan dosis 0,0013 mL. Pada hari ke-8, darah diambil dari arteri karotis pada tikus untuk analisis hematologi. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah diikuti dengan uji DMRT. Hasil menunjukkan bahwa jumlah total dan diferensial leukosit secara signifikan meningkat pada kelompok yang diberi Costus speciosus (p<0,05) dibandingkan dengan semua kelompok (ekstrak, perbandingan standar, dan kelompok kontrol). Efek imunostimulan tertinggi diamati pada dosis 500 mg/kg berat badan, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan jumlah total dan diferensial leukosit
1. Ilmu Pengetahuan Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai potensi tanaman tawa nan ampek khas Minangkabau sebagai bahan alam yang berkhasiat sebagai imunostimulan terhadap antigen virus dengue. 2. Akademis Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Selain itu juga dapat menambah referensi perpustakaan Universitas Andalas sebagai wahana ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tanaman tawa nan ampek khas Minangkabau sebagai bahan alam yang berkhasiat sebagai imunostimulan terhadap antigen virus dengue. 4. Praktisi Memberikan informasi mengenai khasiat tanaman tawa nan ampek khas Minangkabau sebagai bahan alam yang berkhasiat sebagai imunostimulan terhadap antigen virus dengue. 5. Masyarakat Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menambah wawasan mengenai khasiat dan potensi dari tanaman tawa nan ampek khas Minangkabau sebagai bahan alam yang berkhasiat sebagai imunostimulan terhadap antigen virus dengue.