1777538881.png&w=1080&q=75)
Gas metan yang dihasilkan selama proses fermentasi merupakan energi yang terbuang. Oleh karena itu untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, perlu dilakukan modifikasi fermentasi rumen dengan memanfaatkan senyawa metabolit sekunder yaitu saponin. Suplementassi 3% buah Phaleria macrocarpa pada jerami jagung manis sangat nyata (P<0,01) menurunkan populasi protozoa rumen dan produksi gas metan serta sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kecernaan nutrien. Buah Phaleria macrocarpa mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu saponin yang pada dosis rendah dapat memberikan efek positif terhadap proses fermentasi di rumen. Kandungan saponinnya adalah 0,88%. Saponin berperan sebagai agent defaunasi yaitu mampu menurunkan populasi protozoa. Pada penelitian ini populasi protozoa sangat nyata menurun (P<0,01) dari 7,32 x 105 sel/ml menjadi 2,65 x 105 sel/ml. Terjadinya penurunan populasi protozoa karena saponin berikatan dengan sterol pada dinding sel protozoa sehingga dinding sel rusak dan akhirnya protozoa lisis. Berkurangnya populasi protozoa akan meningkatkan populasi mikroba lainnya terutama bakteri selulolitik, yang mencerna pakan sumber serat selama fermentasi sehingga kecernaan nutrien meningkat. Produksi gas metan sangat nyata menurun (P<0,01) dengan suplementasi 1-3% buah Phaleria macrocarpa. Hal ini ada kaitannya dengan produksi H2 yang menurun dengan menurunnya populasi protozoa, sedangkan protozoa merupakan inang bagi metanogen, mikroba pembentuk metan. Gas H2 juga merupakan prekursor untuk pembentukan gas metan.
Potensi kemanfaatan suplementasi buah Phaleria macrocarpa atau mahkota dewa adalah dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi pakan ternak ruminansia karena menurunnya produksi gas metan, sedangkan gas metan adalah merupakan enrgi yang terbuang. jadi penggunaan buah mahkota dewa dalam ransum berbasis serat dapat menurunkan populasi protozoa yang merupakan inang bagi mikroba pembentuk metan. Populasi protozoa menurun, akibatnya produksi gas metan menurun dan ini akan meningkatkan ketersediaan energi bagi ternak ruminansia.