
Penelitian ini menilai perilaku kesehatan jantung pada individu berisiko tinggi PJK, kemampuan self-care pasien Acute Coronary Syndrome (ACS), serta strategi multisektor pencegahan kardiovaskular berdasarkan model sosial-ekologis. Pada kelompok berisiko PJK, perilaku kesehatan jantung berada pada tingkat sedang. Kemampuan self-care pasien ACS juga moderat. Mereka belum sepenuhnya mandiri dalam mengelola diet, gejala, dan kepatuhan obat. Hambatan muncul di tingkat individu, interpersonal, dan sistem, terutama terkait stres, keterbatasan fisik, kurangnya pengetahuan, akses layanan, serta dukungan sosial. Pasien di wilayah suburban menunjukkan self-care lebih rendah dibandingkan pasien di wilayah urban. Pencegahan kardiovaskular membutuhkan intervensi pada seluruh level sosial-ekologis. Pada tingkat individu ditekankan edukasi, olahraga, manajemen stres, dan skrining dini. Pada tingkat interpersonal, dukungan keluarga dan jejaring sosial sangat berpengaruh. Institusi seperti sekolah dan tempat kerja berperan melalui kebijakan kantin sehat, kawasan tanpa rokok, serta program aktivitas fisik. Komunitas berkontribusi melalui norma sosial, budaya lokal, ruang publik sehat, dan kegiatan edukatif. Pada tingkat kebijakan publik, regulasi KTR, program skrining, pembangunan fasilitas kesehatan, dan kebijakan pangan menjadi dasar pencegahan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai dasar dalam membangun sistem pencegahan penyakit jantung koroner berbasis kerjasama multisektoral