
Penelitian ini dengan jelas menunjukkan bahwa keputusan pembelian konsumen di thrift shop di Padang tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, harga, dan kualitas produk. Gaya hidup muncul sebagai faktor dominan karena konsumen, terutama generasi muda, semakin memandang pakaian sebagai bentuk ekspresi diri dan identitas sosial. Mereka cenderung memilih produk yang sesuai dengan tren dan gaya personal mereka, sehingga thrift shop yang mampu menghadirkan koleksi unik, trendi, dan berkarakter memiliki peluang lebih besar untuk menarik minat beli. Selain itu, kualitas produk terbukti menjadi pertimbangan penting meskipun barang thrift bukan barang baru; konsumen tetap menuntut kondisi barang yang baik, layak pakai, dan memiliki nilai estetika. Faktor harga juga berperan signifikan sebagai daya tarik utama, mengingat thrift shop menawarkan alternatif produk fesyen yang lebih terjangkau. Kombinasi ketiga faktor ini memperkuat pemahaman bahwa keputusan pembelian di sektor thrift fashion sangat dipengaruhi oleh perpaduan antara motif ekonomi, preferensi gaya hidup, dan persepsi kualitas.
Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur perilaku konsumen dengan mengonfirmasi relevansi variabel gaya hidup dalam konteks produk fesyen, sebuah topik yang masih jarang dikaji dalam penelitian terkait Kota Padang. Penelitian ini juga memiliki implikasi praktis, menekankan urgensi bagi pelaku usaha thrift shop untuk menyesuaikan strategi pemasaran mereka dengan karakteristik Generasi Z sebagai konsumen potensial. Beberapa strategi tersebut antara lain membangun citra yang dapat merepresentasikan gaya hidup konsumen, menjaga kualitas produk, serta menawarkan harga yang kompetitif secara konsisten