
CD4 dan viral load merupakan parameter utama dalam pemantauan HIV untuk menentukan waktu memulai, mengganti, atau menghentikan ART. Penelitian ini menganalisis perbedaan luaran klinis antara pasien HIV/AIDS yang menggunakan regimen TDF-3TC-EFV dan TDF-3TC-DTG di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan menghitung Odds Ratio sebagai ukuran risiko. Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang ini dilaksanakan pada Agustus–September 2025. Data sosiodemografi dan klinis diperoleh melalui rekam medis elektronik dan kuesioner. Sebanyak 134 sampel dianalisis untuk parameter CD4 dan 118 sampel untuk viral load, menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan OR. Sebagian besar responden adalah laki-laki usia 30–49 tahun. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara karakteristik sosiodemografi dan jenis regimen (p > 0.05). Terdapat hubungan sangat signifikan antara jumlah CD4 dan regimen ART (p = 0.000), namun tidak dengan viral load (p = 0.172). Regimen TDF-3TC-EFV memiliki risiko 16 kali lebih tinggi mengalami kegagalan pemulihan imun dibandingkan TDF-3TC-DTG, sedangkan TDF-3TC-DTG menunjukkan efek protektif yang menurunkan risiko tersebut (OR = 16.014; 95% CI: 2.193–116.935)
Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pemilihan regimen ART yang lebih efektif, dengan menunjukkan keunggulan TDF-3TC-DTG dalam meningkatkan jumlah CD4. Temuan mengenai tingginya risiko kegagalan pemulihan imun pada pengguna TDF-3TC-EFV juga mendukung peningkatan ketepatan pemantauan klinis. Selain itu, hasil penelitian ini berpotensi menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan terapi berbasis bukti serta mendorong penelitian lanjutan dengan cakupan sampel lebih luas.