
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kematangan buah alpukat Tongar secara non-destuktif dengan menggunakan thermal imaging. Alpukat Tongar pada empat kematangan -berdasarkan waktu panen 150, 180, 210, dan 240 hari setelah bunga mekar-diambil citra thermal dengan menggunakan kamera termal FLIR C3-X. Selanjutnya, citra diolah menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan dengan bahasa pemrograman MATLAB untuk mengekstraksi suhu permukaan serta nilai hue, saturation, dan intensity (HSI) pada buah alpukat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan suhu permukaan yang signifikan antar tingkat kematangan buah. Perubahan nilai komponen warna HSI pada setiap tingkat kematangan menunjukkan adanya transformasi spektral yang signifikan, yang mencerminkan proses fisiologis terkait perubahan warna kulit buah alpukat selama pematangan. Hasil ini mengidikasikan bahwa suhu permukaan dan komponen warna HSI dapat digunakan sebagai indikator kuantitatif dalam menentukan tingkat kematangan buah alpukat. Kombinasi analisis termal dan citra warna berbasis HSI memiliki potensi besar sebagai metode non-destruktif untuk klasifikasi dan prediksi kematangan buah alpukat secara akurat dan efisien.
Memberikan informasi mengenai hubungan suhu permukaan dan waktu panen secara non destruktif menggunakan metode thermal imaging yang dapat digunakan dalam penetuan waktu panen alpukat Tongar.