
Indonesia sebagai salah satu negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, salah satu tanaman asli Indonesia adalah daun sirih. Di Indonesia daun sirih terdiri dari beberapa jenis diantaranya ada daun sirih hijau (Piper betle, Linn.), sirih merah (Piper crocatum) dan sirih kuning (Epipremnum aureum, Linn.), namun belum ada penelitian tentang identifikasi kandungan senyawa bioaktif dari setiap jenis daun sirih tersebut, serta masih sangat terbatas penelitian tentang potensinya sebagai suplementasi dalam pakan ternak ruminansia. Dengan dilaksanakannya penelitian didapatkan hasil profil senyawa bioaktif setiap jenis daun sirih tersebut dan evaluasi dosis efektifitasnya sebagai suplementasi pakan ternak ruminansia. Penelitian ini dilaksanakan secara in vitro. Hasil penelitian ini menunjukan pemberian suplementasi daun sirih baik hijau, merah ataupun kuning sangat mempengaruhi produksi gas total dan gas metana, populasi protozoa, kecernaan protein, SPM (Sintesis Protein Mikroba), NH3, dan VFA Parsial (P < 0.01). Perbedaan morfologi ketiga daun sirih menghasilkan kandungan senyawa metabolit sekunder yang berbeda sehingga menghasilkan dosis penggunaan yang juga berbeda. Rekomendasi dosis terbaik berdasarkan penelitian ini yaitu daun sirih hijau 7.5%, merah 5% dan kuning 2.5%.
Potensi kemanfaatan hasil penelitian ini diketahui bahwa daun sirih memiliki potensi yang besar sebagai feed aditif pakan ternak ruminansia, sehingga dapat dijadikan acuan pakan ternak alternatif bagi peternak. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan strategi pakan aditif berbasis bahan alami yang ramah lingkungan serta mendukung produksi ruminansia yang berkelanjutan.