
Ginseng Jawa merupakan salah satu tumbuhan obat yang memiliki khasiat setara dengan Ginseng Korea (Panax ginseng).Tumbuhan ini memiliki kandungan metabolit sekunder diantaranya saponin, flavonoid, tannin, kuinon, steroid, polifenol dan stigmasterol yang merupakan senyawa fitosterol yang memiliki berbagai manfaat, termasuk potensi sebagai agen antikanker dan anti-inflamasi. Upaya peningkatan produksi senyawa ini sangat penting mengingat tingginya permintaan dan nilai ekonominya. Namun penggunaan stigmasterol dari T. paniculatum dalam bidang farmasi memerlukan konsistensi baik dalam kuantitas maupun kualitas. Teknik kultur jaringan menawarkan solusi yang potensial untuk meningkatkan produksi metabolit sekunder pada tanaman. Salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan biosintesis dan akumulasi metabolit sekunder tertentu dalam kultur jaringan tumbuhan yaitu melalui pemberian elisitor. Nanopartikel titanium dioksida (TiO2) telah menunjukkan kemampuan sebagai elisitor yang dapat meningkatkan biosintesis metabolit sekunder pada berbagai tanaman. TiO2 dapat merangsang respon metabolik dalam tanaman dan memicu jalur biosintesis untuk senyawa bioaktif, termasuk fitosterol. setelah pemberian nanopartikel TiO2 hingga 5 ppm pada kalus ginseng jawa didapatkan kalus berwarna merah kecoklatan dan bertekstur kompak, kadar Prolin tidak terpengaruh negatif dan kadar H2O2 tertinggi didapatkan pada penggunaan 2 ppm nanopartikel TiO2.Terdeteksi 56 metabolit menggunakan GC-MS dan peningkatan metabolit didapatkan pada penggunaan nanopartikel TiO2 3 ppm
Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai landasan dalam penyediaan metabolit sekunder dari kultur kalus ginseng jawa secara in vitro