1778482204.png&w=1080&q=75)
Riset ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Bose–Einstein Condensate (BEC) sebagai medium kerja dalam mesin Stirling kuantum secara signifikan meningkatkan performa mesin. Peningkatan tersebut berasal dari fase kondensasi Bose–Einstein, di mana sifat kolektif boson yang cenderung menempati tingkat energi terendah ketika sistem mendekati temperatur nol absolut berperan penting dalam menekan kehilangan energi dan fluktuasi termal. Kondisi ini memungkinkan proses konversi energi berlangsung lebih efisien dan stabil dibandingkan sistem kuantum tanpa kondensasi. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa daya keluaran meningkat seiring dengan bertambahnya rasio suhu dan rasio volume, namun hanya ketika siklus dijalankan dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini mengindikasikan bahwa termalisasi parsial tidak memainkan peran dominan, sehingga performa optimal dicapai pada rezim non-kesetimbangan jauh dari kondisi kuasistatik. Menariknya, efisiensi mesin Stirling kuantum yang diusulkan menyerupai efisiensi Stirling klasik dan bahkan dalam kondisi tertentu melampaui efisiensi Curzon–Ahlborn dari mesin endoreversibel. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi model endoreversibel yang realistis dengan medium kerja berbasis BEC mampu menghasilkan efisiensi tinggi dan daya keluaran besar dalam waktu siklus yang singkat, membuka peluang baru bagi pengembangan mesin kalor kuantum berperforma tinggi pada skala mikro dan nano.
Model ini menunjukkan mesin panas kuantum berbasis Stirling dengan BEC dapat menghasilkan efisiensi yang mendekati efisiensi Karnot dalam kondisi nyata, sehingga relevan untuk pengembangan mesin kuantum di masa mendatang.