
Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis profil baja yang digunakan sebagai elemen bracing pada sistem Concentrically Braced Frame (CBF) berpengaruh signifikan terhadap kinerja seismik bangunan baja bertingkat. Hasil analisis pushover nonlinear memperlihatkan bahwa struktur dengan bracing HSS memiliki kekakuan dan kapasitas geser dasar yang lebih tinggi dibandingkan struktur dengan bracing WF, sehingga lebih efektif dalam mengendalikan simpangan lateral pada tingkat layanan. Sebaliknya, struktur dengan bracing WF menunjukkan kapasitas deformasi ultimit dan daktilitas yang lebih besar, yang mengindikasikan ketahanan yang lebih baik terhadap kondisi mendekati keruntuhan. Analisis titik kinerja berdasarkan metode Displacement Coefficient Method (FEMA 356) menunjukkan bahwa kedua model berada pada tingkat Immediate Occupancy untuk arah X dan Damage Control untuk arah Y, menandakan bahwa struktur tetap stabil dan memiliki risiko korban jiwa yang rendah saat terjadi gempa rencana. Pengembangan kurva fragilitas berbasis metode HAZUS mengonfirmasi bahwa struktur dengan bracing HSS memiliki probabilitas lebih rendah untuk mencapai tingkat kerusakan berat dibandingkan struktur dengan bracing WF. Oleh karena itu, penggunaan bracing HSS lebih direkomendasikan untuk bangunan industri yang menuntut kinerja layanan dan kekakuan tinggi, sedangkan bracing WF lebih sesuai untuk kondisi yang mengutamakan daktilitas dan kapasitas deformasi.
Bagi Perencanaan dan Desain Struktur Penelitian ini memberikan dasar teknis bagi perencana struktur dalam memilih jenis profil baja (HSS atau WF) sebagai elemen bracing pada sistem Concentrically Braced Frame (CBF). Hasil penelitian membantu insinyur menentukan konfigurasi bracing yang paling sesuai dengan tujuan kinerja seismik, khususnya antara kebutuhan kekakuan, kekuatan, dan daktilitas. Bagi Penerapan Desain Berbasis Kinerja (Performance-Based Design) Dengan pendekatan analisis nonlinear pushover dan pengembangan kurva fragilitas, penelitian ini mendukung penerapan desain berbasis kinerja dengan menyediakan informasi probabilistik terkait tingkat kerusakan struktur akibat gempa, bukan hanya pemenuhan kekuatan elastik. Bagi Pengembangan dan Evaluasi Standar Desain Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi awal dalam evaluasi ketentuan desain bracing baja pada standar nasional seperti SNI 1726, khususnya terkait perilaku pasca-leleh dan pengendalian simpangan pada bangunan industri. Bagi Mitigasi Risiko dan Ketahanan Bangunan Kurva fragilitas yang dihasilkan dapat digunakan dalam analisis risiko gempa, penilaian kerugian, serta perencanaan ketahanan (resilience planning), terutama untuk bangunan industri yang menuntut kontinuitas operasional pascagempa. Bagi Penelitian Lanjutan Penelitian ini membuka peluang pengembangan studi lanjutan, seperti analisis time-history nonlinear, pengaruh detail sambungan bracing, serta integrasi metode machine learning dalam pengembangan kurva fragilitas.