
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Integrasi biochar dalam berbagai formulasi pengomposan limbah kandang ayam closed-house secara konsisten meningkatkan stabilitas kimia dan sifat fisik Bio-Kompos,, ditunjukkan oleh penurunan kadar air dan bahan volatil, peningkatan kandungan abu, pH, KTK, serta akumulasi karbon organik–anorganik, sehingga menghasilkan material amelioran yang lebih stabil dan kaya mineral terutama pada formulasi 80% LKACH + 20% biochar. (b) Modifikasi karakteristik kimia permukaan secara signifikan memperbaiki potensi agronomis compostchar, termasuk peningkatan kapasitas penyangga pH, pengayaan gugus fungsi aktif, peningkatan luas permukaan pori, serta pengembangan struktur karbon aromatik yang lebih stabil, yang secara kolektif memperkuat kemampuan adsorptif dan retensi hara. (c) Aplikasi compostchar pada Inceptisols secara nyata meningkatkan pH, muatan permukaan, kapasitas tukar kation (KTK), dan kandungan bahan organik tanah, sekaligus meningkatkan ketersediaan kation basa; hal ini membuktikan efektivitas Bio-Kompos sebagai amelioran untuk memperbaiki kesuburan dan kimia tanah masam serta menunjukkan potensi tinggi Bio-Kompos sebagai material fungsional untuk remediasi, termasuk adsorpsi glifosat.
Penelitian ini merupakan prinsip dasar teknologi dan pembuktian konsep terhadap mobilitas glifosat melalui teknologi ameliorasi berbasis Biochar-Kompos limbah kandang ayam closed house (LKACH) pada Inceptisol yang sering dibudidayakan untuk tanaman hortikultura agar kelestarian lingkungan terjaga. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah teroptimalisasikannya limbah lokal berupa pemanfaatkan LKACH untuk dijadikan Bio-Kompos untuk mewujudkan kawasan pertanian berkelanjutan melalui teknologi ameliorasi di lahan sentra hortikultura.