
Penelitian ini menunjukkan bahwa abu limbah pertanian berupa Rice Husk Ash (RHA), Bagasse Ash (BA), dan Palm Shell Ash (PSA) layak digunakan sebagai filler alternatif pada campuran Asphalt Concrete–Binder Course (AC-BC). Secara umum, ketiga jenis filler mampu memenuhi persyaratan parameter Marshall dan memperbaiki karakteristik campuran aspal. RHA terbukti meningkatkan stabilitas dan kekakuan campuran pada kadar optimum 6–8%, namun berpotensi menimbulkan kerapuhan pada kadar tinggi. BA menunjukkan kinerja paling seimbang dengan stabilitas dan Marshall Quotient tertinggi pada kadar sekitar 4%, sehingga dinilai paling efektif secara struktural. PSA memberikan peningkatan signifikan pada nilai flow dan fleksibilitas campuran pada kadar 5–7%, sehingga sesuai untuk kondisi lalu lintas dinamis. Seluruh filler berbasis limbah pertanian cenderung menurunkan VIM dan VMA serta meningkatkan VFB, yang mengindikasikan campuran lebih padat dan berpotensi lebih tahan terhadap kerusakan akibat air. Selain manfaat teknis, penggunaan filler limbah pertanian mendukung prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular. Namun demikian, diperlukan standardisasi kualitas abu dan validasi kinerja jangka panjang melalui uji lapangan sebelum implementasi luas.
Penelitian ini memberikan manfaat pada pengembangan ilmu dan praktik rekayasa perkerasan jalan melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pengisi pada campuran aspal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah pertanian tidak hanya berpotensi menggantikan filler konvensional, tetapi juga mampu meningkatkan kinerja campuran aspal apabila digunakan pada kadar yang tepat. Temuan ini membuka peluang pengembangan material jalan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain manfaat teknis, penelitian ini berkontribusi pada upaya pengurangan limbah dan pemanfaatan sumber daya lokal, sehingga mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Pemanfaatan limbah pertanian bernilai rendah menjadi material konstruksi bernilai tambah juga berpotensi memberikan dampak ekonomi tidak langsung bagi daerah penghasil limbah. Secara keseluruhan, penelitian ini dapat menjadi dasar awal bagi pengembangan teknologi material perkerasan jalan yang berkelanjutan serta rujukan bagi penelitian lanjutan dan penerapan di lapangan.