
Penelitian ini merupakan laporan pertama yang mengkaji keterbatasan stabilitas katekin dari Uncaria gambier dalam sistem berair. Katekin, salah satu flavonoid utama dalam ekstrak gambir, memiliki pemanfaatan komersial yang masih terbatas, yang diduga disebabkan oleh ketidakstabilan warna dalam formulasi berbasis air. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas katekin dalam berbagai sistem pelarut, dengan fokus utama pada larutan berbasis air. Larutan katekin berkadar 100 mg/L dengan kemurnian tinggi disiapkan dalam tiga sistem pelarut, yaitu air murni, etanol 50% dalam air, dan etanol absolut. Kemurnian katekin dikonfirmasi menggunakan analisis kromatografi cair. Evaluasi stabilitas dilakukan selama delapan hari penyimpanan dengan mengukur spektrum serapan UV-Vis pada rentang 200–800 nm serta mengamati perubahan warna secara organoleptik. Selama periode penyimpanan 8 hari, panjang gelombang serapan maksimum katekin tetap stabil pada 278–279 nm pada seluruh sampel, namun terjadi perubahan bentuk spektrum. Pada larutan yang mengandung air, teramati peningkatan serapan pada rentang 380–450 nm yang berkorelasi dengan munculnya warna cokelat. Hal ini mengindikasikan terjadinya transformasi senyawa yang memengaruhi penampakan visual. Sebaliknya, katekin dalam etanol absolut tidak menunjukkan perubahan spektrum, yang menandakan stabilitas yang lebih baik dalam kondisi non-akuatik.
Menjadi basis data industri berbasis bahan baku gambir