
Temuan Utama Penelitian 1. Penelitian ini mengungkap bahwa ekspektasi kinerja (performance expectancy) merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi niat berkelanjutan (continuance intention) dalam penggunaan pembayaran digital. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna cenderung melanjutkan penggunaan layanan apabila mereka merasakan manfaat nyata, efisiensi, dan peningkatan kualitas hidup dari teknologi yang digunakan. 2. Selain itu, perilaku keamanan online (online security behavior) juga memiliki pengaruh signifikan, yang menegaskan bahwa persepsi dan tindakan pengguna dalam menjaga keamanan data pribadi sangat berperan dalam mendorong keberlanjutan penggunaan. 3. Dua faktor lain dari teori UTAUT, yaitu pengaruh sosial (social influence) dan kondisi yang memfasilitasi (facilitating conditions) juga menunjukkan pengaruh positif. Dukungan lingkungan sosial serta kemudahan akses, infrastruktur, dan layanan pendukung terbukti turut mendorong niat pengguna untuk terus menggunakan pembayaran digital. 4. Sebaliknya, literasi keuangan digital (digital financial literacy) dan ekspektasi usaha (effort expectancy) tidak memberikan pengaruh signifikan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh tingkat kemampuan digital responden yang sudah tinggi, sehingga kemudahan penggunaan dan pengetahuan dasar keuangan tidak lagi menjadi faktor pembeda dalam pengambilan keputusa
Berikut adalah potensi kemanfaatan dari penelitian ini: Potensi Kemanfaatan Penelitian 1. Bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan o Menambah literatur dalam bidang teknologi keuangan dengan mengintegrasikan model UTAUT, literasi keuangan digital, dan perilaku keamanan online dalam konteks niat berkelanjutan penggunaan pembayaran digital. o Menawarkan perspektif baru dalam studi pasca-adopsi teknologi, khususnya di negara berkembang. 2. Bagi Penyedia Layanan Pembayaran Digital o Memberikan masukan untuk merancang strategi retensi pengguna berbasis peningkatan nilai manfaat (performance), edukasi keamanan digital, dan penguatan dukungan sosial. o Mendorong pengembangan fitur dan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna berkelanjutan. 3. Bagi Pemerintah dan Regulator (seperti Bank Indonesia) o Menjadi dasar pertimbangan dalam merumuskan kebijakan penguatan ekosistem pembayaran digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. o Mendukung perumusan program literasi digital yang tidak hanya fokus pada pemahaman keuangan, tetapi juga perilaku keamanan online. 4. Bagi Masyarakat Pengguna o Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga perilaku keamanan digital dalam penggunaan layanan keuangan. o Mendorong penggunaan pembayaran digital yang lebih bijak, aman, dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.