
Penyakit busuk buah pada stroberi disebabkan oleh Botrytis cinerea yang menyebabkan kerugian ekonomis. Alternatif pengendalian penyakit ini yaitu dengan memanfaatkan metabolit sekunder Bacillus spp. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metabolit sekunder Bacillus spp. yang efektif menekan pertumbuhan jamur B. cinerea Pers secara in vitro dan perkembangan gejala busuk buah stroberi secara in vivo. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu 1). Uji kemampuan metabolit sekunder Bacillus spp. dalam menekan pertumbuhan jamur B. cinerea secara in vitro, 2). Uji kemampuan metabolit sekunder Bacillus spp. dalam menekan perkembangan penyakit busuk buah stroberi oleh jamur B. cinerea secara in vivo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan secara in vitro serta 5 perlakuan dan 5 ulangan secara in vivo. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa metabolit sekunder Bacillus subtilis dapat menekan pertumbuhan jamur B. cinerea paling efektif dengan efektivitas 55,04%. Hasil uji in vivo juga diketahui bahwa metabolit sekunder Bacillus subtilis paling efektif menekan perkembangan gejala busuk buah hingga 45,76%.
Potensi manfaat riset ini meliputi bahwa dari beberapa Bacillus spp dapat menekan pertumbuhan Botrytis cinerea dan perkembangan penyakit busuk buah. Selain itu, pengendalian busuh buah pada stroberi (pascapanen) dapat diatasi menggunakan agens hayati, sehingga membantu petani atau penjual buah dalam mengelola penyimpanan stroberi. Beberapa keberhasilan metabolit sekunder telah dilaporkan bahwa metabolit sekunder dari Bacillus sp.H1, Bacillus sp.SJI, dan Bacillus Subtilis mampu menekan pertumbuhan jamur Phytophthora palmivora sebesar 96,4% dan dapat menekan penyakit Erwinia sp pada buah naga.