
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biomassa mangrove di lokasi penelitian adalah 140,21 ton/ha dengan cadangan karbon sebesar 66,11 ton/ha dan serapan karbon 241,82 ton/ha. Spesies invasif Nypa fruticans mendominasi dengan kontribusi 69,6% dari total biomassa (97,61 ton/ha) dan cadangan karbon (45,87 ton/ha). Sementara itu, jenis mangrove sejati seperti Rhizophora apiculata hanya memberikan kontribusi relatif kecil. Hal ini memperlihatkan bahwa meskipun Nypa fruticans bisa menyumbangkan simpanan karbon, keberadaannya mengurangi dominasi mangrove asli sehingga berpotensi mengubah fungsi ekosistem secara jangka panjang. total cadangan karbon di hutan mangrove Nagari Mandeh . Cadangan karbon yang tersimpan dipengaruhi oleh besar biomassa yang dimiliki, yang mempengaruhi biomassa pada lokasi penelitian yaitu diameter, tinggi vegetasi, jumlah tegakan dan usia tegakan, sedangkan faktor yang mempengaruhi serapan karbon adalah faktor lingkungan yang berhubungan dengan proses fotosintesis ataupun serapan karbondioksida, yang mana proses fotosintesis mengubah karbon menjadi energi. Cadangan karbon dan biomassa memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan karena sebagian dari biomassa merupakan cadangan karbon, dan kandungan biomassa vegetasi itu dipengaruhi oleh besar kecilnya diameter, tinggi, dan jumlah individu tegakan di dalam plot penelitian. Usia tegakan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi biomassa dan cadangan karbon yang tersimpan pada tegakan .
Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif biomassa, cadangan karbon, dan serapan karbon pada ekosistem mangrove yang terinvasi Nypa fruticans sebagai dasar ilmiah pengelolaan mangrove terinvasi. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan pengendalian spesies invasif, restorasi mangrove asli, serta penyusunan kebijakan mitigasi perubahan iklim, inventarisasi gas rumah kaca, dan pengembangan skema karbon biru, sekaligus meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan mengenai dampak invasi terhadap keberlanjutan fungsi ekosistem mangrove.