
Berdasarkan hipotesis pengaruh orientasi e-marketing terhadap kinerja bisnis strategis diketahui bahwa nilai T statistik (0.106) < T tabel (1.703). Oleh karena itu hipotesis ini ditolak atau tidak signifikan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa variabel orientasi e-marketing memiliki pengaruh kecil terhadap kinerja bisnis strategis. Hal ini juga dikarenakan oleh responden yang terlibat dalam penelitian ini didominasi responden berusia 41 tahun ke atas. Umur merupakan faktor demografis yang dapat mempengaruhi bagaimana individu merespons dan memahami tentang teknologi khususnya e-marketing. Hasil penelitian ini juga didapatkan penggunaan e-commerce tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Namun, penelitian ini bertolak belakang atau tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hutagulung et al. (2021), Sidek et al. (2020, dan Anser et al. (2020) yang menemukan bahwa orientasi e-marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis strategis. Dapat disimpulan bahwa orientasi e-marketing belum mampu memberi pengaruh yang besar dalam meningkatkan kinerja bisnis strategis, dengan kata lain membantu usaha dalam mencapai tujuan pemasaran dengan memberikan kontribusi terhadap penjualan, pangsa pasar, dan profitabilitas pada industri tenun di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh.
• Memberikan akses ke data penjualan, informasi pemasaran digital yang digunakan, tren penjualan sebelum dan sesudah penggunaan e-marketing, serta wawasan tentang perubahan kinerja bisnis setelah adopsi teknologi. • Penyediaan data operasional bisnis, meliputi informasi mengenai volume penjualan, informasi tentang penggunaan platform e-marketing, informasi tentang demografi atau perilaku pelanggan untuk menganalisis dampak e-marketing pada peningkatan jumlah pelanggan atau penjualan yang bisa digunakan sebagai bahan utama penelitian.