
Penggunaan hidrokuinon pada krim pemutih kulit sangat berbahaya, karena hidrokuinon merupakan senyawa yang berpotensi karsinogenik yaitu zat yang dapat menyebabkan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat yang dapat mendeteksi konsentrasi hidrokuinon dalam krim pemutih kulit. Fokus penelitian ini adalah pada sistem optik yang berkaitan dengan pengukuran intensitas cahaya yang dihasilkan oleh sumber LED UV saat disinarkan pada krim pemutih yang sudah ditambahkan dengan larutan pereaksi FeCl3. Intensitas cahaya yang ditransmisikan oleh sampel diukur oleh sensor GUVA-S12SD, kemudian dikonversi menjadi sinyal listrik dan diproses oleh mikrokontroler Arduino UNO. Hasil pengukuran ditampilkan melalui layar LCD dan sistem dilengkapi buzzer sebagai indikator deteksi. Pengujian sistem dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran menggunakan spektrofotometer UV Vis. Berdasarkan hasil pengujian, alat mampu mendeteksi keberadaan hidrokuinon dengan akurasi sebesar 94,67%, dan sensitivitas yang baik terhadap variasi konsentrasi. Pengujian juga dilakukan pada 10 sampel krim pemutih, didapatkan 4 sampel yang tedeteksi mengandung hidrokuinon. Hasil ini menunjukkan bahwa alat yang dirancang dapat berfungsi secara efektif dan dapat digunakan sebagai alternatif pendeteksi kandungan hidrokuinon dalam produk krim pemutih kulit
Untuk memberikan kemudahan kepada konsumen dan lembaga terkait dalam menghindari krim pemutih kulit yang mengandung hidrokuinon dan berpotensi membahayakan